Garuda Wisnu Kencana adalah proyek prestisius pemerintah rezim orde baru. Merupakan suatu objek berupa sebuah patung dengan bentuk Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung garuda. Patung ini direncanakan tingginya sampai 140 meter lebih yang artinya mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat yang tingginya ‘cuma’ 70 meter. Garuda Wisnu Kencana ini berada di area yang disebut Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, dan terletak di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali.
Proyek yang telah menelan dana hingga satu triliun ini, sekarang terhenti pembangunannya. Sampai saat ini bagian patung yang sudah selesai adalah Badan Dewa Wisnu, Tangan kanan dan kiri Dewa Wisnu, serta Kepala Garuda. Bagian yang lain masih mangkrak dan belum bisa diselesaikan karena keterbatasan dana. Perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mewujudkan Garuda Wisnu Kencana sebagai ikon pariwisata Indonesia.
ini adalah amphitheatre yang ada di dalam Garuda Wisnu Kencana Park. Biasa digunakan untuk pertunjukkan tarian khas bali. Biasanya pertunjukkan berlangsung pada malam hari untuk memberikan kesan yang romantis dan elegan.
Ini adalah lahan kosong yang nantinya akan digunakan sebagai pondasi patung GWK. Dulunya daerah ini merupakan bukit kapur yang tandus dan tidak produktif yang akhirnya digempur dan dihancurkan kemudian dirapikan sehingga menjadi lebih tertata. Lahan ini sekarang digunakan untuk pertunjukkan konser musik dan sejenisnya.
Ini foto Teman saya (Pak Tarno), yang biasa saya panggil Babe karena beliau sudah seperti ayah saya sendiri, di depan patung Badan Dewa Wisnu.
ini adalah maket/model Garuda Wisnu Kencana apabila sudah jadi nantinya. Patung setinggi 140 meter lebih ini tak hanya akan menjadi ikon pariwisata Bali, namun bisa jadi menjadi ikon pariwisata dunia.
Saya berfoto di depan patung Badan Dewa Wisnu. Bayankan jika Garuda Wisnu Kencana benar-benar terwujud. Betapa megahnya patung tersebut.
Patung Badan Dewa Wisnu, terbuat dari lempengan tembaga yang kemudian disatukan. Patung ini sempat miring dan akhirnya diperbaiki posisinya sehingga sekarang sudah tegak lagi.
Saya dengan latar belakang patung Kepala Garuda.
Bandingkan ukuran saya dengan patung Kepala Burung Garuda. WOOWW………… little me here……..













hohooh….
Kalo aja biaya pembangunan penyelesaian GWK dialokasiin buat kampanye lingkungan hidup ma kegiatan2 go grenn, ali lumayan tuh..
klo monumen2 itu kan sekedar simbol..
CMIIW.goreng enak tuh…:)
hahahaha….. ya itu kan program pemerintah kita dulu Rin. Kalau saya dengar langsung dari salah satu penggagas Garuda WIsnu Kencana ini, yaitu Bapak Nyoman Nukertha, GWK itu sebagai jawaban bahwa orang Bali jaman sekarang tidak kalah dari orang Bali jaman dahulu. Tempat wisata yang ada di Bali seperti Ubud, Besakih, Tanah lot dan sebagainya merupakan produk nenek moyang orang Bali. Inilah yang jadi pertanyaan apakah orang Bali jaman sekarang tidak bisa menghasilkan produk budaya seperti nenek moyangnya dulu. gitu Rin…..
ooh begitu ya Saudara widhi…
kalo mau jeli sebenarnya barang kerajinan dari bali mah udah ada di mana2, di eropa,amerika juga…
tapi tetep dukung lah kebudayaan indonesia…
hidup Indonesia!!!
Sip…. HIDUP INDONESIA!!!!!
HIDUP PURBALINGGA PERWIRA!!!!!
Dukung Ayu Azhari jadi Presdien
Hidup Purbalingga….
Purbalingga kerene puol!!!!
wi…ayu ashari?..ngg..ng….agak2 dipertanyakan deh heheh….
hehehe…. nggo selingan tok kok Rin
tapi nek beneran dadi presiden ndean negarane tambah ancur ya…..
…Betapa saya merindukan terwujudnya proyek maha karya, dari anak bangsa ini… Kira-kira saat ini masih diteruskan nggak ya…??
berdasarkan pengalaman kemarin saya ngaudit di sana si, proyek tersebut sepertinya tetap dilanjutkan tapi dengan dua syarat. Yang pertama adalah dukungan dana baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat Bali sendiri. Ada wacana yang menyatakan bahwa proyek ini nantinya akan di buat menjadi semacam obligasi/saham, nantinya obligasi/saham ini akan dijual kepada masyarakat Bali, tapi ini baru sebatas wacana karena nantinya bila memang benar obligasi/saham ini akan diwujudkan, maka akan bingung untuk menentukan pengklasifikasian aset ini di dalam neracanya siapa. Syarat yang kedua adalah restrukturisasi total perusahaan pembuat GWK dalam hal ini PT GAIN (CCMIW), karena kemarin ketika saya di sana ternyata manajemen perusahaan kebanyakan masih saudara sendiri. Dan kegiatan operasional perusahaan juga kurang bagus.