10
Jan
08

Di perjalanan menuju pemberhentian

Aku masih ada di dalam bus ini saat tiba – tiba aku sadar untuk sejenak. Mencoba sejenak memahami mengapa aku ada di sini. Oya.. aku sedang dalam perjalanan pulang ke kota kelahiranku. Kota kecil yang memberikan sejuta kenangan. Kota kecil yang indah di planet ini. Walaupun tak ada galaksi – galaksi besar untuk kukunjungi, namun aku mencintai kota ini. Ada satu hal yang agak mengganggu pikiranku. Bintang Jatuh itu akan berkunjung malam ini, tapi apa daya bus ini menghalangiku untuk sekejap menyapanya dan membuat satu permintaan kecil. Teramat kecil malah. Aku hanya ingin Dia tahu aku berharap padanya. Aku hanya ingin bisa mengenal lebih jauh Bintang Jatuh itu. Sesuatu yang sangat sederhana dan boleh dibilang amat sepele. Tapi sesuatu itu belum terwujud hingga saat ini. Waktu dan tujuan hidup membuat hal itu belum bisa terlaksana.

Tiba – tiba bus berhenti untuk sejenak. Ternyata ada kerusakan pada bagian bawahnya. Di sini muncul satu harapanku. Aku segera turun. Mencari celah untuk melihatnya di langit. Saat aku keluar angin khas daerah utara menyambutku. Panas dan kering adalah cirinya. Meskipun kencang berhembus tapi tidak pernah menyejukkan. Kendaraan lalu – lalang di hadapanku. Kencang dan ramai membuat makin gerah situasi ini. Aku berpikir untuk kembali lagi masuk ke bus, tapi kuurungkan. Aku segera menatap langit malam ini. Cukup cerah dan banyak bintang. Tapi bukan bintang – bintang ini yang kucari. Aku mencari sesuatu yang amat jarang terjadi. Apakah itu? Ya.. tentu saja Bintang Jatuh itu. Aku mencari dari langit utara tapi tak ada. Aku mencari ke langit selatan tapi tak bertuan. Seluruh langit kujelajahi tapi tak kutemukan Bintang Jatuh itu. Aku masih fokus dan terus mengukur sudut mataku agar tahu di mana ia berada. Kupicingkan mata dalam – dalam dan berharap ia akan datang. Kukuatkan naluriku untuk mencarinya. Siapa tahu naluriku bisa membantuku. Aku bertanya? Akankah ia muncul. Akankah ia menepati janjinya. Menyapa walau itu hanya untuk sekilas. Mengenalkan namanya padaku dan aku mengenalkan namaku padanya. Namun, aku tak sanggup lagi untuk menunggunya. Malam ini telah berubah dan menelanku ke ujung penantian. Mungkin ia takkan datang untuk malam ini. Mungkin ia sedang berada di galaksi lain atau mengalir mengikuti arus di luar sana. Atau mungkin ia lupa sehingga tak sempat untuk tersenyum padaku. Namun aku takkan berhenti berharap dan terus berusaha menggapainya.


0 Responses to “Di perjalanan menuju pemberhentian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

check out my facebook

Image and video hosting by TinyPic Join Us! Purbalingga Blogger Community on Facebook

follow me on twitter

harga blog-ku


My site is worth $78.
How much is yours worth?


%d bloggers like this: