29
Jan
08

Perjalanan Panjang Sang Jenderal

Hari ini, minggu 27 Januari 2008, salah satu putra terbaik bangsa kita wafat . Dialah mantan Presiden kita H.M. Soeharto atau yang lebih kita kenal dengan nama Pak Harto. Jenderal bintang lima ini wafat karena komplikasi penyakit yang semakin lama menjadikan tubuhnya semakin lemah. Pak Harto yang juga kita kenal sebagai Bapak Pembangunan ini menyisakan kenangan baik bagi keluarganya, kerabatnya, sahabat – sahabatnya, maupun bagi bangsa Indonesia ini. Jasa – jasanya selama 32 tahun beliau menjabat dalam usaha memajukan bangsa ini patut kita hargai. Pembangunan yang terus tumbuh semakin pesat saat beliau memimpin adalah salah satu buktinya. Swasembada pangan, dimana Pak Harto mendapat penghargaan dari FAO, yang pernah bangsa kita alami tak lepas dari jasa – jasa beliau. Petani pun senang karena pupuk disubsidi sehingga mereka lebih tenang dalam mengerjakan sawahnya. Inflasi yang dulu sempat 600% semakin turun berkat tangan dinginnya dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang timbul. Adanya stabilisasi harga menjadikan masyarakat tidak terlalu cemas untuk memenuhi kebutuhannya sehari – hari adalah bukti lainnya.

Dibalik semua hal yang membuat kita menaruh respek pada beliau, ternyata Pak Harto pun hanya seorang manusia biasa yang mempunyai banyak kesalahan dan kekurangan. Mungkin pada awalnya banyak yang tidak menyangka di balik kesuksesannya memimpin bangsa ini, Pak Harto memberikan rakyat ini kemakmuran setengah semu. Mengapa setengah semu. Menurut ahli ekonomi Faisal Basri, zaman orde baru yang dipimpin oleh Sang Jenderal ini awalnya mempunyai arah dan tujuan ekonomi yang cukup jelas walaupun pada akhirnya tujuan itu “agak” menyimpang. Hal ini, arah dan tujuan ekonomi, yang belum ada pada masa kepemimpinan sesudah Pak Harto sampai sekarang. Arah dan tujuan ekonomi yang jelas di masa orde baru menjadikan ekonomi pada masa itu tumbuh sampai sekitar 7%. Bandingkan dengan masa sekarang yang target utamanya saja tak lebih dari 6%. Mungkin ini juga salah satu kelebihan zaman orde baru yaitu kebijakan pemerintah pusat akan selalu diikuti oleh pemerintah daerah dengan cepat. Inilah yang menjadikan pembangunan di daerah lebih cepat mekipun tidak dimungkiri masih ada daerah yang masih tertinggal. Namun yang menjadi kekurangan dari hal – hal di atas adalah pertumbuhan ekonomi itu karena kita selalu menggunakan peribahasa “ lebih besar pasak daripada tiang “. Kita lebih banyak impor daripada ekspor. Pengeluaran kita selalu lebih besar daripada pemasukan kita. Salah satunya adalah impor kedelai yang mencapai puncak masalahnya hari – hari terakhir ini. kita selalu berhutang untuk membiayai proyek – proyek yang ada. Ibaratnya “ hutang itu bukan untuk dilunasi, tetapi untuk diperpanjang “. Parahnya lagi dalam akuntansi hutang adalah akun riil di mana hutang akan terbawa di tahun berikutnya, artinya hutang diwariskan kepada anak cucu. Tetapi karena berhutang inilah pertumbuhan dan pembangunan berjalan cukup signifikan. Mungkin inilah yang dimaksud dengan kemakmuran setengah semu.

Pada pertengahan Repelita tahun 80–an, tahun 1984, kita pernah swasembada beras. Bukan sepanjang tahun seperti yang disebutkan dalam mitos bahwa selama orde baru kita swasembada beras karena sejatinya swasembada beras pada zaman orde baru cuma terjadi 2-3 tahun saja. Mengapa hal ini terjadi. Masih menurut Faisal Basri, harga beras yang saat itu murah disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang sengaja menekan harga beras serendah – rendahnya. Tentunya ini membuat petani menjadi rugi dan orang kota diuntungkan. Tetapi bukan Pak Harto namanya kalau tidak mengatasi masalah itu. Saat itu Pak Harto memberi kompensasi karena harga beras yang murah itu yaitu dengan pemberian subsidi pada produk – produk untuk pertanian seperti pupuk. Saat itu Pak Harto berpikir bahwa Bangsa Indonesia membutuhkan Pangan sebagai prioritasnya. Maka diadakanlah “ beras-isasi ” di seluruh Indonesia. Inilah yang menyebabkan masalah di kemudian hari karena kebiasaan makanan pokok di daerah – daerah berbeda satu sama lain. Perbedaan ini karena jenis tanah yang berbeda pula. Struktur tanah di Jawa tentu berbeda dengan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lain di Indonesia ini. hal inilah yang coba dipaksakan dan berdampak sampai saat ini. Pada tahun ini juga sebenarnya kita mampu kebutuhan dalam negeri kita dengan produk dalam negeri juga. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh zaman orde baru. Walaupun pemasukan kita sama dengan pengeluaran, tetapi kita masih saja terus impor dan terus berhutang. Inilah sumber masalah sebenarnya.

Terlepas dari kekurangannya selama 32 tahun ini, sosok Pak Harto adalah sosok seorang pemimpin yang luar biasa dan berwibawa di mata bawahannya. Beliau tegas tapi lembut dalam bertutur dan bersikap. Inilah pemimpin sejati yang selalu menjadi panutan bagi semua orang. Toh kebijakan beliau pada saat menjabat sebagai presiden juga mempunyai kelebihan dibandingkan dengan pemerintahan saat ini. Seperti disebutkan di atas yaitu arah dan tujuan ekonomi yang jelas menjadikan ekonomi Indonesia bisa lebih baik, kemudian ekonomi berbasis pertanian yang sempat menjadikan Indonesia sebagai lumbung beras nomor satu di Asia Tenggara. Inilah hal – hal yang harusnya dicontoh pemimpin kita untuk saat ini karena negara maju pun akan menjamin pertaniannya dalam hal ini petani itu sendiri. Semoga Bangsa kita menjadi lebih baik lagi di masa depan dan tak lagi menjadi pecundang di antara para pemenang.

Dan untuk Bapak H.M. Soeharto saya sebagai pemuda bangsa dan kami sebagai wakil dari Bangsa Indonesia turut menghaturkan belasungkawa yang sedalam – dalamnya dan semoga arwah beliau di terima di sisiNya…


0 Responses to “Perjalanan Panjang Sang Jenderal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

check out my facebook

Image and video hosting by TinyPic Join Us! Purbalingga Blogger Community on Facebook

follow me on twitter

harga blog-ku


My site is worth $78.
How much is yours worth?


%d bloggers like this: