26
Feb
08

Out of lines

Masihkah kau merasa bahwa dirimu masih mampu menjaganya. Melindungi perasaan dirimu atas sesuatu yang kau sendiri pun kurang begitu paham. Menggantung seperti masalah yang sepertinya tak akan pernah terselesaikan. Masihkah dirimu mampu “menjaga hati” setelah luka – lukamu selama ini. Tak sedikitpun ia berpaling kepadamu. Dalam urusan apa kau bisa menunggunya. Menjemputnya suatu saat dalam kegalauan adalah seperti perjudian. Kau takkan dapat apa – apa kalau kau kalah. Sementara kau akan semakin jatuh dalam jurang yang kau ciptakan sendiri. Inikah dirimu yang sesungguhnya. Mencoba untuk menyakiti dirimu dan ia pun semakin jauh darimu. Mungkin kau coba mencarinya. Menelusurinya seperti sesuatu yang harus kau cari padahal tidak. Sejauh mana kau akan tetap pada pendirianmu sementara di luar sana orang sudah menemukan cintanya masing – masing. Relakah kau bila kehilangan segalanya. Relakah kau kehabisan air mata menangisinya. Mungkin ia memang sempurna. Tetapi sadarlah hidup masih panjang. Jalan hidup orang berbeda – beda. Cinta takkan bisa kau raih jika kau hanya tetap tak bergeming pada pendirianmu. Kau harus keluar dari semua ini. Out of lines .Kau harus ingat dan tetap melangkah. Kau harus berubah. Kau bukanlah kau yang dulu. Dia bukanlah segalanya bagimu.
Ya mungkin aku memang terlalu egois sehingga aku tetap tak bergeming. Aku terlalu jauh melangkah di jalan ini. This lines. Kurasa aku sadar satu hal. Ia ada, aku pun ada. Aku tak tergantung pada siapapun. Aku tegar sekuat batu karang. Kini kurasa kuharus berubah. Cinta tak perlu ada pada satu hal saja. Cinta ada banyak di dunia ini. Tentunya cinta sejatilah yang harus aku dapat. Mungkin aku harus memperbaikinya sebelum semuanya terlambat. Dan kuharap ada cahaya yang bisa mengantarku padanya. Mengucapkan satu hal padanya. Bahwa dulu aku pernah mencintainya. Bahwa dulu aku pernah menyayanginya. Dan berpikir aku tak sanggup melupakannya. Tapi ada satu hal lagi yang harus kuucapkan. Bahwa aku pergi bukan untuk terjatuh. Bahwa aku pergi bukan karena terpaksa. Bahwa aku pergi bukan untuk melupakannya. Aku pergi hanya untuk satu hal. Dan hal itu cukup hanya Tuhan dan aku yang tahu. Tapi aku tetap harus minta maaf padanya. Selama ini ia terlalu kutunggu. Dan tak kini tak ada lagi ruang dihatinya untukku.
Come up to meet You
tell You I’m sorry
You don’t know how lovely You are
I had to find You
Tell You I need You
Tell You I set You apart
Tell me Your secret
Ask me Your question
Oh let’s go back to the start
Bagimu yang pernah mengisi hidupku, sesuatu ini kupersembahkan…
Bukan aku ingin melupakanmu atau menghapus semua yang terbaik
Bukan aku ingin meninggalkanmu atau mengacaukan semua yang telah kita lalui
Tapi aku cuma ingin yang terbaik bagi kita
Aku diriku, dan kamu dirimu…


0 Responses to “Out of lines”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

check out my facebook

Image and video hosting by TinyPic Join Us! Purbalingga Blogger Community on Facebook

follow me on twitter

harga blog-ku


My site is worth $78.
How much is yours worth?


%d bloggers like this: