26
Feb
08

Perempuan sebuah perjuangan

mid_rose_drop-copy.jpg

Perempuan, makhluk yang memang sukar untuk dimengerti. Kadang Ia lembut bagai bunga, tak jarang Ia menyakitkan bagai sebuah duri. Entah itu suatu takdir atau memang ini strategi mereka untuk memancing kita. Hari ini Ia terbuka bagi kita, di hari lain kita yang harus mencarinya. Ahh… sungguh membingungkan. Apalagi kita sebagai laki – laki yang dituntut untuk menaklukan hati mereka. Sungguh suatu perjuangan yang memuakkan sekaligus menyenangkan.
Perjuangan itu dimulai saat kita mulai tertarik kepadanya. Kita pun bela –belain untuk bisa mengenal Dia luar dalam. Entah itu namanya, alamatnya, hobinya, binatang kesukaannya, hal – hal yang sering Ia lakukan bahkan dengan siapa saja Ia bergaul. Sungguh melelahkan tentunya. Bahkan saat pertama kali kita berkenalan pun kita enggan. Bukan karena benci tapi lebih karena malu. Ia memandang kita pura – pura untuk mengalihkan matanya pada kita. Sebaliknya kita akan “mengawasinya” kalau Dia lengah. Saat sudah dekat mungkin kita akan senang sekali sekaligus marah pada diri sendiri. Kok ya kita tetap tak bisa untuk mengenal lebih jauh dengannya. Saat kita sudah kenal dekat dengannya, kita pun serasa terbang di awang – awang. Serasa kita ini daun yang tertiup angin musim semi yang hangat. Tak jarang kita pun dibuat kesal bila tiba – tiba saja Ia menghilang untuk suatu alasan yang jelas – jelas kita takkan tahu apa itu. Kita merasa diri kita ditinggalkan untuk orang lain. Pikiran – pikiran negatif yang ada dalam benak kita keluar semua. Namun, bisa jadi Ia muncul tiba – tiba dihadapan kita dengan seribu alasan yang beragam. Sibuk.. lah, ujian.. lah, lagi pengin sendiri.. lah, dan …lah yang lain. Sungguh membuat kita ingin mati saja. Mungkin mereka tidak tahu tentang perasaan kita yang sebenarnya. Sebagai seorang laki – laki kita pun bisa mati kutu jika hal seperti ini terjadi.
Kadang ia menggoda kita (ah.. atau ini cuma perasaan kita saja..), mengajak kita untuk terus dekat dengannya. Untuk terus mengisi hari – harinya dan memenuhi tawa serta tangisnya. Namun, di mana mereka di saat kita butuh dorongan dan bantuan untuk bangkit dari keterpurukan. Kita dianggap sebagai boneka yang lucu dan bisa dimainkan setiap saat. Duh… menggemaskan ujar mereka. Sebenarnya kita ini apa. “No woman I cry” mungkin ini saja yang bisa buat kita bertahan untuk saat ini. Terkadang hidup ini memang pahit dan masih banyak sesuatu yang harus kita kejar selain perempuan. “Nothing to lose” dalam mendapatkan perempuanmu, lanjutkan perjuangan dan tetap teguhkan hati “fight for glory”.


0 Responses to “Perempuan sebuah perjuangan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

check out my facebook

Image and video hosting by TinyPic Join Us! Purbalingga Blogger Community on Facebook

follow me on twitter

harga blog-ku


My site is worth $78.
How much is yours worth?


%d bloggers like this: