18
Dec
08

Cinta dan Waktu

waktu-dan-cinta750

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda – benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba – tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat – cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara air itu makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. “Aduh! maaf Cinta!” kata Kekayaan, “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu Kekayaan cepat – cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama Kecantikan lewat. “Kecantikan! Kecantikan! bawalah aku bersamamu!” teriak Cinta. “Wah Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” Sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak – isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu” kata Cinta. “Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja…” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat krisis itulah tiba – tiba terdengar suara, “Cinta! mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat – cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa Ia tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. “Oh, orang tua tadi? Dia adalah waktu.” kata orang itu. “Tapi, mengapa Ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman – teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. “Sebab” kata orang itu, “Hanya waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu….”


0 Responses to “Cinta dan Waktu”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

check out my facebook

Image and video hosting by TinyPic Join Us! Purbalingga Blogger Community on Facebook

follow me on twitter

harga blog-ku


My site is worth $78.
How much is yours worth?


%d bloggers like this: